Singkawang boleh jadi paling siap menghadapi rutinitas tahunan warga Tionghoa. Betapa tidak, beberapa bulan sebelum tahun baru Imlek, aneka persiapan sudah dilakukan. Memasuki Imlek kemarin, lampion raksasa, kue keranjang yang juga raksasa disiapkan. Kota juga bersolek habis-habisan.
Catatan
Muslim Minhard
PUNCAKNYA adalah Cap Go Meh. Perayaan atau festival kali ini boleh jadi yang paling besar lima tahun belakangan. Apalagi dilihat dari persiapan serta upaya memecahkan rekor MURI. Seperti lampion dan kue keranjang.Imlek bergulir ke tanggal 15, sepekan mendatang. Saatnya perayaan Cap Go Meh yang merupakan perayaan tutup tahun baru. Jika mulai tanggal 1 hingga 15 Imlek, naga dan barongsai berseliweran di jalan-jalan kota. Lepas itu naga bakal dibakar. Sedangkan barongsai masih dibolehkan, saat ada pesta atau peresmian atau pun penyemarak festival.Sekrtearis panitia Bong Cing Nen mengatakan kalau kue keranjang raksasa baru boleh dinikmati masyarakat saat cap go meh nanti.
Tentu, masyarakat pun menunggu, apa sih enaknya kue keranjang terbesar dengan berat hingga berton-ton dan sempat membuat bingung Gubernur Kalbar, Cornelis yang mempertanyakan bagaimana cara memotong kue raksasa itu.Istilah Cap Go Meh bila ditinjau dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama. Saat itu tentu bulan purnama pertama dalam Imlek 2561.Senada dengan Imlek, perayaan cap go meh biasanya dirayakan dengan jamuan makan besar (ciak toakai) serta kegiatan penutup. Di Taiwan sendiri, Cap Go Me dirayakan dengan Festival Lampion. Saat itu, wanita-wanita yang belum berjodoh dan menikah akan berkumpul melemparkan jeruk ke laut.
Di Tiongkok sendiri Imlek dirakayan menyambut musim semi. Karena di negeri tropis yang tidak akan pernah mengalami winter, nama chun jie (baca: juen cie, menyambut musim semi) tidak pernah dikenal dalam menyebut perayaan Tahun Baru Imlek. Yang dikenal adalah Imlek atau Sincia. Demikian Cap Go Meh yang di tempat asalnya disebut dengan Yuan Xiao Jie (yuen siau cie) tidak dikenal di Indonesia, karena pemaknaan yang sedikit berbeda. Untuk menyederhanakan sebutan, di kemudian hari kemudian disebut dengan Cap Go Meh, yang diambil dari dialek Hokkian, yang artinya “malam ke 15” alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek.
Sederhana, gampang diingat dan mudah dipahami semua orang.Ada makanan simbolis dalam Cap Go Meh. Yakni lontong. Aslinya, dulu makanan khas ini adalah berwujud bulatan dari tepung ketan. Namun, karena proses asimiliasi, di Jawa kemudian dibuat lontong dan menjadi menu favorit saat Cap Go Meh. Karenanya disebut juga sebagai Lontong cap Go Meh. Untuk menikmatinya, lontong ini kemudian disandingkan dengan opor ayam atau itik. Boleh juga dengan sambal goreng ati ampela, lodeh terong/labu, telor pindang, bawang merah goreng dan bubuk dokcang.
Konon lontong ini menggantikan sajian “resmi” di negeri asalnya yaitu yuanxiao alias ronde. Sebagai perlambang dari bulan purnama yang bulat, sebulat dan seputih harapan di tahun yang bakal dijalani.Tanggal 28 mendatang, perayaan Cap Goh Meh di Singkawang dimulai. Diprediksi bakal diikuti oleh ratusan tatung. Baik dari Singkawang sendiri, daerah terdekat seperti Pemangkat dan daerah Pantura lainnya kabar dari panitia, para tatung dari Jakarta juga akan ikut ambil bagian. Perayaan cap go meh dengan tatung dipercaya sudah dilaksanakan turun temurun sejak 200 tahun yang lalu. Para tatung berasal dari vihara yang tersebar di seluruh Singkawang. Masing-masing vihara atau klenteng mengirimkan tatung utusannya.
Perjalanan para Tatung di tandu dengan menggunakan tandu yang beralaskan pedang tajam atau paku tajam, sambil memamerkan kekebalan tubuhnya. Ada juga yang naik tangga pedang. Semakin bisa naik ke atas maka artinya semakin kuat juga ilmu Tatung tersebut. Cap Go Meh inilah yang kemudian menyedot banyak wisatawan, mancanegara atau nusantara. Sedang untuk tahun ini, dipastikan beberapa pejabat pusat akan bertandang ke Singkawang. Selain Menbudpar Jero Wacik juga ada Menkokesra Agung Laksono serta Sri Sultan Hamengkubuwono X. Bahkan saat Imlek, diperoleh keterangan kalau hotel dan penginapan sudah full booked. Karenanya, panitia pun memberikan alternative rumah warga yang disewakan hanya untuk Imlek dan Cap Go Meh.Gelar Cap Go Meh Singkawang memang sudah menjadi kalender wisata yang berhasil memacu kehadiran turis luar negeri untuk melihat aksi naga, barongsai serta para tatung tersebut. (*)
Sumber : Pontianak Post